Lombok Tengah Breaking Featured

Pelepasan Skuad Sepak Bola Lombok Tengah Siap Tampil Bebas dan Berjuang Total di Porprov NTB 2026

Share berita ini
Pelepasan Skuad Sepak Bola Lombok Tengah Siap Tampil Bebas dan Berjuang Total di Porprov NTB 2026
Pelepasan Skuad Sepak Bola Lombok Tengah Siap Tampil Bebas dan Berjuang Total di Porprov NTB 2026
LOMBOK TENGAH, 13 Juli 2026 – Semangat persatuan dan harapan besar menyelimuti persiapan kontingen sepak bola Kabupaten Lombok Tengah menjelang...

LOMBOK TENGAH, 13 Juli 2026 – Semangat persatuan dan harapan besar menyelimuti persiapan kontingen sepak bola Kabupaten Lombok Tengah menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Dua pertemuan krusial dengan tokoh pendukung daerah menjadi penguatan mental sekaligus penyelarasan tekad bagi pengurus, pelatih, dan para atlet yang akan turun ke lapangan.

 

Bertempat di kediaman Dewan Pembina Lalu Wirajaya di kawasan Kauman, Praya, jajaran pengurus PSSI Kabupaten Lombok Tengah berkumpul untuk melaporkan kesiapan tim sekaligus memohon doa restu. Ketua PSSI Lombok Tengah, Irman Jauhari, menegaskan bahwa persiapan ini bukanlah langkah mendadak, melainkan hasil perencanaan matang yang digelar sejak Oktober 2025.

 

"Selama enam bulan penuh kami bergerak sistematis, mulai dari pemanggilan hingga seleksi pemain terbaik yang datanya telah kami susun dengan rapi. Target kami jelas: pada Porprov kali ini, tim sepak bola Lombok Tengah harus pulang membawa medali," ujar Irman penuh keyakinan.

 

Ia menambahkan, konsistensi latihan menjadi kunci kesiapan tim. Selama lebih dari empat bulan, pelatih dan atlet telah melaksanakan 40 sesi latihan rutin, ditambah delapan kali uji coba—baik internal maupun melawan tim luar daerah. Langkah ini membuahkan hasil nyata berupa perkembangan kemampuan dan kekompakan yang signifikan.

 

"Kami terus membuka diri terhadap dukungan dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Semuanya menjadi motivasi agar kami bisa mencetak prestasi membanggakan. Insya Allah, kami berjuang sekuat tenaga meraih predikat tertinggi," imbuhnya.

 

Mendengar laporan tersebut, Dewan Pembina Lalu Wirajaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh pihak. Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar soal piala, melainkan bukti cinta kepada daerah sekaligus panggung menemukan bibit unggul yang berpotensi bersinar di tingkat nasional.

 

Saya sebagai Pembina serta bersama saudara-saudara dari Pengurus PSSI Kabupaten Lombok Tengah dengan mengucapkan Bismillah melepas para adik-adik kita untuk berlaga membawa nama daerah tercinta kita di perhelatan Porprov VII NTB 2026. Izin tunas do’a dan dukungannya sanak saudara tiang. 

 

"Apa yang telah dilakukan adalah bukti cinta kita kepada Lombok Tengah. Saya sangat mengapresiasi kinerja pelatih dan pengurus," ujar Lalu Wirajaya.

 

Pesan yang membebaskan beban sekaligus menguatkan semangat pun ia sampaikan kepada atlet: "Saya tidak akan kecewa jika adik-adik belum meraih medali emas. Namun saya akan sangat kecewa jika kalian tidak berjuang maksimal dan memberikan ikhtiar terbaik di lapangan. Insya Allah, usaha sungguh-sungguh tak akan pernah mengkhianati hasil."

 

Sementara itu, dalam keterangan terpisah di kediamannya di kawasan Jonggat, Zainal Arifin yang dikenal sebagai pendamping atau "Bapak Angkat" sepak bola Lombok Tengah turut menyuarakan dukungan senada. Setelah berdiskusi mendalam dengan Ketua PSSI, ia menegaskan bahwa tujuan utama persiapan enam bulan ini adalah membangun kepercayaan diri, bukan menambah beban pikiran para atlet.

 

"Kami tidak ingin membebani anak-anak saat bertanding. Kami justru berharap mereka bisa bermain dengan lepas, penuh semangat, serta menampilkan dedikasi dan semangat juang yang tiada henti. Ingatlah, kalian adalah utusan terpilih yang dipercaya mewakili seluruh warga Lombok Tengah di cabang sepak bola Porprov ini," tegas Zainal Arifin kepada awak media.

 

Dua momen penguatan ini ditutup dengan doa bersama, berharap langkah tim sepak bola Lombok Tengah di Porprov NTB 2026 menjadi awal kebangkitan baru, mampu mengharumkan nama daerah, dan mengukir sejarah yang membanggakan.

 

Tim Investigasi NTB